Jajaran pengurus Propinsi Federasi Olahraga Karate Indonesia (Pengprov FORKI) Utara mengungkap rasa bangga dan terima kasih atas prestasi TRIO Karateka Moloku Kiaraha yang telah mengharumkan Maluku Utara di pentas National Open Karate Championship Piala KAPOLRI 2026 yang berlangsung di GOR Nambo Jaya Sport Center Kota Tangerang Provinsi Banten, 25 – 28 Juni 2026. Kejutan Manis, Trio Karateka Memborong 4 Emas.
JScom | TANGERANG – “Kita harus bangga dan bersyukur dengan adanya keberhasilan atlit kita, semoga kedepan lebih banyak lagi meraih medali emas. saya selaku ketua umum memberikan apresiasi terbaik bagi atlit yang sudah berjuang dengan semangat yang tangguh dan ini merupakan contoh bagi para atlit lain di masing-masing perguruan,” ujar Ahmad Assagaf, Ketum FORKI Maluku Utara, sesaat setelah mendapat kabar dari arena Piala Kapolri 2026.
Ketua Umum FORKI Maluku Utara, Ahmad Assagaf, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia memberikan apresiasi tertinggi atas perjuangan gigih ketiga atletnya. Bagi Ahmad, prestasi ini merupakan contoh nyata bagi para atlet lain di masing-masing perguruan, untuk terus membentuk talante tanding dan prestasi.

Prestasi Trio Karateka, masing-masing IPTU Pol. Maks Manolang Kelas kumite -65kg Putera u40+, BRIPTU Arya Risky Bay SAT BRIMOB pada Kelas Kumite -75kg Putra u18+ serta BHARADA Iskandar Ali dari Sat-Brimob Polda Malut di Kelas Kumite -85kg Putra u18+ ini menunjukan potensi olahraga beladiri di Maluku Utara tak boleh dipandang sebelah mata.
Siapa bilang jumlah menentukan segalanya? Anggapan itu baru saja dipatahkan dengan telak oleh tim karate Maluku Utara. Datang jauh-jauh ke arena National Open Karate Championship Piala KAPOLRI 2026 di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Banten, mereka hanya membawa skuad “minimalis”—cuma tiga orang! Namun, efektivitas dan mental petarung Bumi Moloku Kie Raha terbukti bukan kaleng-kaleng. Pulang dari kompetisi yang berlangsung pada 25–28 Juni 2026 kemarin, mereka sukses memborong total 4 medali emas!
Gemuruh podium juara pertama kali pecah pada Kamis (25/6/2026). GOR Nambo Jaya menjadi saksi bisu lahirnya sejarah manis ketika IPTU Pol. Maks Manolang, yang turun di Kelas Kumite -65kg Putra U-40+ (INKANAS), tampil beringas. Dengan taktik matang dan ketenangan luar biasa, polisi berpangkat balok dua ini sukses menyabet medali emas pertama untuk Maluku Utara. Sebuah kejutan besar di hari pembuka yang langsung membakar semangat tim.
Dominasi Trio Karateka ini semakin menggila di hari terakhir kejuaraan, Minggu (28/6/2026). Turut bertanding di partai eksibisi, tiga ksatria FORKI Polda Malut ini benar-benar menunjukkan kelas mereka di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, ketiganya sukses menyapu bersih medali emas!
Selain IPTU Maks, dua nama lain yang tampil memukau adalah BRIPTU Arya Risky Bay dari Sat-Brimob yang turun di Kelas Kumite -75kg Putra U-18+, serta BHARADA Iskandar Ali, juga dari Sat-Brimob Polda Malut, yang mengunci kemenangan di Kelas Kumite -85kg Putra U-18+. Prestasi ini menjadi bukti sahih bahwa potensi olahraga bela diri di Maluku Utara sangat besar dan sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata.
Kisah di balik layar pun tak kalah menginspirasi. IPTU Pol. Maks Manolang ternyata bukan sekadar atlet, melainkan Coach Official yang merangkap sebagai ujung tombak di lapangan. Di sela-sela kesibukannya sebagai Kapolsek Galela, Halmahera Utara, konsistensinya membina olahraga ini patut diacungi jempol.
Saban tahun, dalam gelaran Piala Kapolri, IPTU Maks-lah yang selalu setia memboyong atlet Maluku Utara sekaligus turun langsung ke matras pertandingan. Tahun ini, pengorbanan itu dibayar tunai dengan prestasi yang sangat klimaks.

“Untuk Maluku Utara, awalnya yang mendapat emas di kelas POLRI saya sendiri. Dan saat turun di eksibisi, kami bertiga berhasil menyabet emas,” ujar IPTU Maks dengan nada penuh syukur dan bangga.
Ia juga tidak lupa menitipkan pesan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung langkah mereka hingga ke puncak tertinggi.
“Terima kasih kepada masyarakat Maluku Utara, Bapak Kapolda Maluku Utara dan seluruh anggota, serta Pengprov FORKI Maluku Utara atas dukungan dan doanya. Hormat kami, karena kami berhasil meraih medali emas sekaligus membawa harum nama institusi dan nama daerah tercinta, Maluku Utara,” pungkasnya. (RI-Jscom)





















