BERITAHUMANIORAKepulauan SulaMaluku UtaraNASIONAL

Letkol Zulfani Apresiasi Dukungan Publik | Progres 8 Gedung KDMP di Sula dan Taliabu Tembus 95 Persen

×

Letkol Zulfani Apresiasi Dukungan Publik | Progres 8 Gedung KDMP di Sula dan Taliabu Tembus 95 Persen

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI by jurnalswara.com

Progres pekerjaan pembangunan 8 (delapan) Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu capai 95 persen. Pembangunan Gedung dilaksanakan dengan sistem padat karya dan dengan dukungan anggaran terbatas. Laju pekerjaan oleh tenaga kerja yang sebagian didatangkan dari Jawa Timur itu sering tersendat karena kehabisan material. Setelah rampung, delapan Gedung Kopdes yang diprakarsai Kodim 1510 ini akan diserahkan ke Pemda untuk diteruskan ke masing-masing pengurus kopdes.

JScom | KEPULAUAN SULA — Pembangunan delapan unit Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diprakarsai oleh Kodim 1510 Kepulauan Sula di wilayah Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu kini telah mencapai tahap akhir. Di tengah berbagai tantangan di lapangan, progres pengerjaan fisik proyek strategis ini telah menyentuh angka 95 persen dan bersiap memasuki tahap verifikasi sebelum diserahterimakan.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1510 Kepulauan Sula, Letkol Inf. Zulfani, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur atas dukungan luar biasa yang diberikan oleh masyarakat setempat sejak tahap perencanaan hingga konstruksi berjalan.

Bacaan Sahabat JS  JPU Sebut Aliong Mus Terima 2,4 Miliar Rupiah di Pembangunan Gedung ISDA Taliabu

“Alhamdulillah, program-program pemerintah yang ada di Kodim 1510 Kepulauan Sula bisa dilaksanakan. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kepulauan Sula dan Taliabu atas respon mereka terhadap kegiatan yang kami laksanakan ini, sangat luar biasa,” ujar Letkol Zulfani kepada wartawan.

Tantangan Pengadaan Material dan Skema Padat Karya

Dalam rilis resminya, Dandim 1510 Kepulauan Sula menjelaskan bahwa pembangunan gedung koperasi ini menggunakan metode padat karya mengingat dukungan anggaran yang terbatas. Proyek dapat berjalan lancar berkat sinergi yang kuat antara pihak TNI, pemerintah desa, dan masyarakat di masing-masing wilayah.

Kendati demikian, proses pembangunan di wilayah kepulauan ini tidak lepas dari berbagai kendala logistik. Letkol Zulfani menyebutkan bahwa laju pekerjaan para tukang sering kali tersendat akibat kelangkaan material dasar di pasaran lokal.

“Kami selalu berhadapan dengan kelangkaan material berupa semen karena kehabisan stok di toko. Pekerja harus menunggu 2 sampai 3 minggu baru stok ada kembali. Sedangkan material berupa CMP dan besi-besi lainnya harus pesan dari luar daerah, seperti di Surabaya dan Luwuk,” ungkapnya.

Bacaan Sahabat JS  KPUD Kandaskan CPM, Giliran BAWASLU Ungkap"Kejahatan PSU" Bupati Sula

Untuk menyiasati kebutuhan teknis yang spesifik, Kodim 1510 mengerahkan perpaduan antara tenaga kerja lokal dan 28 tenaga ahli pengelasan yang didatangkan langsung dari Jawa Timur. Kombinasi ini menuntut kecermatan manajerial tersendiri agar standar bangunan tetap terjaga.

“Semua itu membutuhkan hitungan-hitungan manajerial yang luar biasa, sehingga pembangunan Kopdes yang kita bangun tidak sama dengan pembangunan Kopdes yang ada di pulau Jawa atau Sumatera,” tambah Zulfani dengan penuh semangat.

Sebelum bangunan diserahterimakan secara resmi kepada pengurus, delapan gedung fisik tersebut akan melalui prosedur pemeriksaan ketat. Tim verifikasi yang dibentuk secara hierarkis, melibatkan pihak AGRINAS dan pemerintah daerah setempat, akan diterjunkan untuk memastikan standar kelayakan gedung beserta fasilitas pendukungnya.

Terkait pengelolaan lanjutan pasca-pembangunan, pihak TNI menegaskan bahwa fokus utama mereka terletak pada penyiapan infrastruktur fisik, sementara sistem operasional dan kelembagaan telah dirancang secara internal oleh pihak AGRINAS bersama pengurus koperasi.

Bacaan Sahabat JS  Diklat Bela Negara, Forum Pimred Bakal Apresiasi Kepada Kepala Daerah Nasionalis

“Kami dari TNI pada prinsipnya hanya membangun fisik, namun untuk sistemnya sudah diatur secara internal oleh Agrinas dan perwakilan-perwakilan pengurus yang ada di Kepulauan Sula. Setelah verifikasi, nanti ada sesi berikutnya, yaitu penyerahan ke Pemerintah Daerah dan Pemda serahkan lagi ke desa,” jelas Zulfani.

Setelah seluruh rangkaian verifikasi dan administrasi rampung, delapan Gedung Kopdes Merah Putih ini diharapkan dapat segera difungsikan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Letkol Zulfani menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan respon, dukungan hingga keikutsertaan dalam kebersamaan padat karya Pembangunan 8 Gedung KDMP.

“Program Padat Karya yang kami laksanakan ini sangat mendapat respon positif (dari berbagai pihak),” tutup Dandim Zulfani mengakhiri.(ris-jscom)