BERITAMaluku UtaraNASIONALPulau Morotai

Heboh MOROFest 2026 | Dari Tapak Sepatu Sang Jenderal hingga Kelapa Bido Morotai

×

Heboh MOROFest 2026 | Dari Tapak Sepatu Sang Jenderal hingga Kelapa Bido Morotai

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI by www.jurnalswra.com

Namanya Morotai Festival (Morofest) 2026—sebuah perhelatan akbar yang resmi masuk dalam panggung prestisius Kharisma Event Nusantara (KEN). Angin segar pun yang berembus pelan dari bibir utara Maluku. Dari sebuah pulau yang menyimpan jejak tapak sepatu para jenderal Perang Dunia II, gelombang antusiasme gerak pariwisata Morotai kini bergolak.

JScom | PULAU MOROTAI — Oktober 2026 bukanlah sekadar angka di kalender. Bagi pemerintah daerah dan warga morotai, tanggal 26 hingga 29 Oktober 2026 akan menjadi titik temu di mana sejarah, keindahan bawah laut, aroma rempah, dan denyut ekonomi kreatif melebur menjadi satu panggung raya.

Kala Sejarah Bertemu Pesona Bahari

Morotai selalu menyisakan rasa takjub. Pulau ini bukan sekadar hamparan pasir putih dan air laut yang membiru jernih; ia adalah buku sejarah raksasa yang terbuka. Di sinilah napas masa lalu berpadu harmonis dengan keindahan tropis yang memesona.

Bacaan Sahabat JS  FSP KEP SPSI Maluku Utara || Rumah Kosong di Tengah Badai Masalah Buruh Tambang?

Tahun ini, pemerintah Morotai memasang target tinggi. Demikian Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Panitia Morofest, Muhammad Umar Ali, di sela persiapannya bersama Kementerian Pariwisata. Pihaknya membidik 25.600 pengunjung—mulai dari pelancong lokal, wisatawan nusantara, hingga para globe-trotter mancanegara—untuk tumpah ruah meramaikan pulau terluar ini.

“Untuk atraksi dan lomba, Bupati meminta agar terbuka untuk umum. Siapa saja bisa ikut terlibat, baik masyarakat lokal, peserta nasional, maupun wisatawan mancanegara. Sebab, target kita adalah bagaimana pengunjung semakin banyak dan meramaikan Kabupaten Morotai,” ujar Umar hangat kepada wartawan

17 Panggung Terbuka : Dari Kelapa Bido hingga Mobile Legends

Ada yang istimewa dari Morofest 2026. Alih-alih menjadi festival eksklusif, panitia menyiapkan 17 rangkaian kegiatan dan perlombaan yang merangkul semua kalangan, lintas generasi, dan hobi.

Jika Anda pencinta alam bawah laut, siapkan perlengkapan selam Anda karena ada Fun Dive (mencakup freedive dan scuba dive) serta lomba foto bawah air yang siap memamerkan surga tersembunyi di dasar laut Morotai. Ingin memacu adrenalin di darat? Ikuti Morotai Fun Run 5 kilometer, jalan sehat, atau goyang bersama dalam Zumba.

Namun, sorotan utama festival tahun ini juga jatuh pada keunikan lokal yang otentik: Kelapa Bido. Buah kelapa khas dengan sejuta keunggulan ini akan dipamerkan secara khusus dalam Morotai Expo Ekonomi Kreatif hingga menginspirasi lomba literasi menulis cerpen bertema Kelapa Bido.

Bacaan Sahabat JS  Pegiat Medsos Desak Bawaslu Periksa PJ Bupati Wa Zaharia dan Fifian Terkait Kampanye di Akun Medsos Pemda

Tak ketinggalan, warna-warni budaya lokal juga dihidupkan lewat:

  • Parade budaya dan lomba tarian tradisional.
  • Lomba kuliner tradisional dan kreasi olahan ikan tuna yang memanjakan lidah.
  • Fishing Tuna Morotai bagi para mania memancing.
  • Morotai Karaoke dan alunan musik tradisional Yanger.

Bahkan, generasi muda dan komunitas digital tidak dilupakan. Turnamen e-sports Mobile Legends dan Free Fire, lomba film pendek, fotografi, hingga TikTok Challenge disiapkan agar energi kaum muda ikut berdenyut kencang di sepanjang festival.

Bacaan Sahabat JS  RS Pratama Dofa Di-Atensi Kemenkes RI, Tim Monev Segera Terjun ke TKP

Menghidupkan Asa UMKM

Di balik kemeriahan panggung dan deretan lomba, tersimpan sebuah misi yang jauh lebih dalam: dampak nyata bagi masyarakat. Umar Ali menegaskan bahwa festival ini dirancang bukan sekadar hura-hura penarik turis, melainkan sebuah lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan.

Dengan hadirnya ribuan pasang mata dan kaki di Morotai, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal mendapat panggung emas untuk menjajakan produk terbaik mereka—mulai dari cenderamata, fesyen, hingga kuliner khas.

Morotai sedang bersolek. Menghitung hari menuju akhir Oktober nanti, pulau di beranda utara Indonesia ini siap membentangkan tangan, menyambut dunia, dan berbisik lembut: Selamat datang di Morotai, mari merayakan keindahan bersama! ***