Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si, resmi meraih gelar DOKTOR dalam bidang Teknologi Perikanan dan Kelautan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sosok Bupati Halmahera Tengah ini menambah koleksi kepakaran Doktoral di Maluku Utara dan Indonesia bidang ilmu perikanan. Sebuah kebanggaan, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi masyarakat Halmahera Tengah serta Maluku Utara dalam semangat pengembangan sumber daya manusia.
JScom | JAKARTA – Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu, 13 Mei 2026, mewisuda Ikram Malan Sangadji, dan sah menyandang gelar Doktor. Ikram terbukti membawa konsep kebaruan ilmu pengetahuan melalui novelty yang dihasilkan melalui penelitian mandiri, mendalam dan teruji
Kebaruan Ilmu Pengetahuantidak selalu harus menciptakan bidang ilmu baru, tetapi bisa berupa penemuan teori, konsep, metodologi, model, perangkat lunak, teknologi yang lebih efisien, atau bahan baru.
Wisuda Ikram hari ini, tak terpisah dengan kegigihan dan kecerdasannya mempertahankan hasil penilitiannya di sidang promosi terbuka di gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB Bogor, di bulan September 2025 lalu, tepatnya pada Senin (1/9/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB.
Sidang terbuka yang berlangsung lebih satu jam itu, di hadapan sejumlah profesor, promofendus Ikram Malan Sangadji berhasil meloloskan disertasi “Model Integrasi Pengelolaan Perikanan Tangkap Skala Kecil Dengan Industri Pertambangan dan Hilirisasi Nikel Secara Berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah”.
Doktor Ikram melaksanakan penilitian di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara pada bulan Mei 2023 sampai Agustus 2024. Pendekatan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini; adalah sebagai rujukan ilmiah bagi pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan tangkap skala kecil, membantu pemerintah untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Menurut Ikram, penelitiannya tersebut bertujuan menyiapkan Model Integrasi Pengelolaan Perikanan Tangkap Skala Kecil dengan Industri Pertambangan dan Hilirisasi Nikel Secara Berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Kabupaten Halmahera Tengah sebagian besar wilayahnya (73%) adalah perairan laut, seluas 6.104,65 km² yang kaya akan potensi sumberdaya ikan seperti: ikan tuna, cakalang, tongkol, layang, kembung, kakap, kuwe, kerapu, dan lain-lain. Skala usaha penangkapan ikan di Kabupaten ini termasuk dalam kelompok perikanan tangkap skala kecil atau ukuran kapal/perahunya (< 5 gross tonnage).
Secara khusus, disertasi Doktor Ikram mendeskripsikan karakteristik perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara; Mengetahui interaksi perikanan tangkap skala kecil dengan industri pertambangan dan hilirisasi nikel di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Termasuk konsep penentuan status keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil dalam perspektif keberlanjutan menurut dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan hukum/kelembagaan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Dalam DIsertasi-nya, Doktor Ikram juga fokus pada strategi penyusunan model konseptual integrasi pengelolaan perikanan tagkap skala kecil dengan industri pertambangan dan hilirisasi nikel secara berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Selain itu, pengembangan perikanan tangkap skala kecilnya diarahkan untuk dapat mendukung kebijakan hilirisasi industri pertambangan nikel di Kabupaten tersebut. Implikasi dari hasil penelitian merekomendasikan perlu membentuk co-management antara pemerintah daerah Kabupaten dengan nelayan dan pihak lain terkait, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi nelayan, serta juga dengan asosiasi industri pertambangan nikel di Kabupaten Halmahera Tengah.
Sekilas tentang Doktor Ikram Malan Sangadji
Lahir di Ternate pada 31 Maret 1969, Ikram Malan Sangadji menghabiskan masa kecil dan pendidikannya di kota kelahirannya. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Islamiyah 3 Ternate (1977-1983), kemudian melanjutkan ke SLTP Negeri 2 Ternate (1983-1985), dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Ternate (1985-1988).

Setelah tamat SMA, Ikram melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, dan meraih gelar Insinyur (Ir) pada tahun 1993. Keinginannya untuk terus berkembang membawanya ke Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1999, di mana ia meraih gelar Magister Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, pada tahun 2002.
Sebagai birokrat, Ikram memiliki pengalaman panjang di berbagai jabatan strategis. Pernah menjabat sebagai Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, ia kemudian dipercaya sebagai Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) RI.
Pada tahun 2022, ia diangkat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Tengah oleh Menteri Dalam Negeri, dan resmi dilantik oleh Gubernur Maluku Utara saat itu, Abdul Ghani Kasuba. Masa jabatannya selama lebih dari satu tahun diwarnai dengan berbagai kebijakan strategis yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat Halmahera Tengah.
(Tim JScom)




















