Maluku UtaraBERITAHUMANIORAKepulauan SulaPENDIDIKAN

Wisuda Hari Ini | Salsabila Hairunnisa Banapon, Eta Sua Penghafal Al-Qur’an dari Pesantren Al-Khalifah

×

Wisuda Hari Ini | Salsabila Hairunnisa Banapon, Eta Sua Penghafal Al-Qur’an dari Pesantren Al-Khalifah

Sebarkan artikel ini
WISUDA : Salsabila Hairunnisa A Banapon Bersama Kedua Orang Tua, Bapak Ahmad Banapon dan Ibu Rofiqah Kharie

Pondok Pesantren Al-Khalifah Cibubur, Depok, Jawa Barat, mewisuda belasan Santri Hafidz dan Hafidzah. Ana Fina Sua berumur 16 tahun, Salsabila Hairunnisa A Banapon, tercatat sebagai wisudawan terbaik Penghafal Al Qur-an 30 Juz pada daftar wisudawan-wisudawati Angkatan Ke XII Tahfidz Al-Qur’an Pondok Pesantren Al-Khalifah Tahun 2026 / 1447 Hijriah.

JScom | DEPOK – Pagi tadi, Ahad, 3 Mei 2026 atau 16 Djulqoidah 1447 Hijriah, redaksi www.jurnalswara.com mendapat undangan Wisuda Santri dari Syeikh Muhammad Husein Qadafi, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Al-Khalifah Cibubur, Depok. Tiba agak terlambat, dan memilih kursi paling belakang.

Berselang beberapa saat, masuk ke acara inti, sesi wisuda digelar. Nampak wisudawan duduk rapi di sisi kanan – kiri panggung besar. Satu persatu wisudawan naik ke atas panggung didampingi kedua orang tua. Wisuda yang dipimpin langsung Syeikh Muhammad Husen Qadafi dan dihadiri sejumlah tamu penting itu berlangsung hikmat penuh haru.

Setelah wisudawan Hafidz, giliran wisudawati Hafidzah naik ke panggung utama.  “Salsabila Hairunnisa A Banapon, Hafidzah asal Maluku Utara,” demikian pembawa acara mengawali antrian wisudawan Hafidzah, memanggil Ana Fina Sua ini bersama kedua orang tua naik ke atas panggung.

Siapakah Hafidzah belia asal Moloku Kieraha ini? Bapak Ahmad Banapon SE, MSi dan Ibu Rofikah Kharie nampak berjalan tenang melalui tangga sisi kanan panggung,mengikuti Hairunnisa anaknya, yang sudah lebih dulu di panggung utama.

Hafidzah Salsabila Hairunnisa A Banapon bersama Keluarga dan Orang Tua

Momen penuh bahagia itu kampak di wajah Bapak Ahmad Banapon dan Ibu Rofiqah Kharie. Kedua orang tua Hairunnisa ini baru saja menyaksikan dari dekat anaknya menerima penghargaan tanda wisuda dari Syeikh Muhammad Husein Qadafi. Usai berjabat tangan dan foto bersama, Hairunnisa dan kedua orang tuanya kembali  ke tempat semula. Pembawa acaramemanggil wisudawati berikutnya.

Wisuda ke XII tahun 1447 Hijriah pagi tadi nampak nuansa berbeda. Karena selain dihadiri tamu undangan, wali santri wisudawan, ustadz/ustadzah, pimpinan dan pengasuh pondok, juga dihadiri undangan kehormatan dari petinggi TNI/POLRI, Duta Besar Palestina, Kedutaan Malaysia, juga Ulama Hafidz dari luar negara, Nigeria, Sudan dan Yaman.

Syeikh Muhammad Husein Qadafi, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada anak-anaknya yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz.

“Hari ini adalah hari bersejarah. Saya ucapkan selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan hafalannya. Perjuangan kalian dalam murajaah, menahan kantuk, dan konsisten menghafal membuahkan hasil. Kepada Bapak/Ibu orang tua, terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya. Anda adalah orang-orang terpilih yang dianugerahi anak-anak penghafal Qur’an, yang insyaAllah akan menjadi mahkota cahaya di akhirat kelak,” ujar Syeikh Husein.

Pimpinan Ponpes Al Khalifah ini juga mengingatkan para wisudawan bahwa memelihara hafalan jauh lebih berat daripada menghafalnya. “Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, jangan hanya di lisan, tapi tertanam dalam hati dan akhlak sehari-hari. Jangan berpuas diri, teruslah menambah hafalan dan memperdalam maknanya. Jadilah generasi yang membumikan Al-Qur’an, di mana pun kalian berada,” tambah Syeikh.

Hafidzah Salsabila Hairunnisa A Banapon bersama Paman Jun Sangadji

Diketahui, Al Khalifah Islamic Boarding School ( Pondok Pesantren Al-Khalifah) didirikan dengan asas taqwa, dan lebih mengutamakan nilai-nilai akhirat. Selama beberapa tahun sejak didirikannya, telah meluluskan ratusan Huffadz yang saat ini diharapkan sedang menyebarkan kebaikan di tengah-tengah ummat.

Al Khalifah Islamic Boarding School menjawab keinginan para wali murid yang mengidam-idamkan anak sholeh/sholihah – hafal Al Qur’an – berakhlaq mulia serta semangat ibadah dan da’wah, juga tidak mundur dalam wawasan keduniaan. Al Khalifah memadukan antara program Tahfidzul Qur’an, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sekolah Formal.

Sementara orang tua Hairunnisa, Ahmad Banapon dan Rofiqah Kharie yang ditemui awak media ini usai acara, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan haru.

“Ini memang kemauan dan cita-cita anak kami. Di Sanana, Hairunnisa bersekolah di madrasah Tsanawiyah, kemudian pindah ke Jakarta. Dia memang serius menghafal Al-Quran, dan betah di pondok,” ujar Mad, demikian Ayah Hairunnisa biasa disapa.

Prestasi akademik Salsabila Hairunnisa A Banapon di pondok terbilang hebat. Hafalan Al-Alquran 30 juz dirampungkan lebih awal dari program yang diterapkan di Al Khalifah. Saat ini, Hairunnisa masih di bangku Madrasah Aliyah kelas dua. Meski sudah wisuda hafidzah hari, Hairunnisa masih harus menyelesaikan sekolah formalnya hingga lulus Aliyah di Al Khalifah Islamic Boarding School.

Dimanakah Pondok Pesantren Al-Khalifah? Lembaga Pendidikan yang dikenal sebagai Al Khalifah Islamic Boarding School, terletak di tengah kota Depok, yang sangat dekat dengan jalan utama, 5 menit dari exit tol Cibubur, 3 menit ke rumah sakit Meilia, 30 menit ke airport Halim Perdana Kusuma, dekat dengan terminal LRT. Posisi yang strategis, menjadikan orangtua santri lebih tenang, mudah, dan hemat waktu saat menjenguk putra-putrinya. (SK-JScom)

Bacaan Sahabat JS  Pepesan Kosong Rp. 6 Miliar Tapal Batas Desa Sula, Wakil Bupati dan Kabag Pemerintahan Gemar Sebar HOAKS