JScom | TERNATE — Kota Ternate siap menjadi pusat perhatian dunia karate nasional. Akademi Seni-Bela Diri Karate Indonesia (ASKI) Kota Ternate secara resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Kesultanan Ternate 2026. Ajang bergengsi ini tidak hanya sekadar pertarungan memperebutkan medali, tetapi juga menjadi etalase perpaduan harmonis antara prestasi olahraga tingkat tinggi dan keluhuran budaya Nusantara.
Digelar sebagai kompetisi resmi antar Pengurus Provinsi (Pengprov) ASKI se-Indonesia, ajang ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan pembinaan atlet daerah maupun nasional. Lebih dari itu, Kejurnas ini diproyeksikan sebagai sarana krusial untuk mengevaluasi teknik, strategi, dan mental bertanding para atlet dari Sabang sampai Merauke.
Gerbang Menuju Gichin Funakoshi World Cup 2027 di Jepang
Momentum Kejurnas Piala Kesultanan Ternate 2026 memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Ajang ini sekaligus berfungsi sebagai seleksi nasional resmi untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dikirim mewakili Indonesia ke ajang Gichin Funakoshi World Cup ke-17 tahun 2027 di Takasaki, Jepang.
Para juara dari kejuaraan ini akan mendapatkan tiket emas untuk berlaga di panggung internasional, membawa nama harum bangsa di kancah global.
Tidak hanya fokus pada atlet, peningkatan kualitas perwasitan nasional juga menjadi pilar utama dalam agenda ini. Pembinaan wasit dan juri nasional digenjot agar standar kualitas perwasitan karate Indonesia terus naik peringkat dan berstandar internasional.
Menghidupkan Kembali Identitas Ternate sebagai Kota Rempah
Ketua Umum FORKI Maluku Utara, Ahmad Assagaf, ST, menyampaikan bahwa Kejurnas ini diselenggarakan untuk membina atlet sekaligus mengasah kualitas wasit menjelang kompetisi karate yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2026 di Kota Ternate.
Lebih jauh, Ahmad menegaskan bahwa momen akbar ini diharapkan mampu mengangkat marwah Kesultanan Ternate dan Moloku Kie Raha di kancah nasional maupun internasional.
“Kita ingin menghidupkan kembali identitas Ternate sebagai Kota Rempah dan Kesultanan Tertua di Nusantara,” ujar Ahmad Assagaf penuh semangat.

Melalui ajang ini, para peserta dan kontingen dari berbagai penjuru tanah air—mulai dari Sabang hingga Merauke—tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga meresapi denyut khas Kota Ternate dalam nuansa adat dan sejarah yang megah.
Mendongkrak Sport Tourism dan Bukti Kebangkitan Kepulauan Timur
Kejurnas Piala Kesultanan Ternate 2026 diyakini menjadi daya dorong yang kuat bagi sektor pariwisata, sport tourism, dan pertumbuhan ekonomi lokal Kota Ternate. Para tamu dan atlet akan disuguhkan pesona keindahan alam kepulauan rempah yang berpadu dengan keramahan budaya lokal.
Bagi ASKI Kota Ternate, ajang ini menjadi sebuah pembuktian penting bahwa perguruan karate di daerah kepulauan paling timur Indonesia juga mampu dan profesional dalam menyelenggarakan iven berskala nasional, memecahkan stigma bahwa pusat kegiatan besar hanya ada di Pulau Jawa.
Kejurnas ini membawa pesan mendalam: Bukan sekadar mencari medali, tapi cara Ternate berkata kepada Indonesia — “Kami ada, kami berbudaya, dan kami bisa berprestasi.”
Ketua Umum FORKI Malut, Ahmad Assagaf, turut menyampaikan seruan terbuka kepada seluruh perguruan karate di tanah air agar turut serta dan menyukseskan ajang bergengsi Kejurnas Piala Kesultanan Ternate 2026.(RiJScom)




















