IN MEMORIAM: Kabar duka itu datang berembus teramat cepat, menyergap sanubari dan menyelimuti dunia pers Maluku Utara dengan kabut kesedihan mendalam. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, dari Rumah Sakit Dharma Ibu Ternate, jurnalis senior Adnan Waysamola—yang akrab dan hangat disapa “Ko Nan”—telah mengembuskan napas terakhirnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kepergiannya terasa begitu mendadak. Baru kemarin rasa cemas memuncak tatkala kabar Almarhum harus menjalani perawatan intensif di RS Dharma Ibu beredar. Rekan-rekan sejawat ramai berdatangan, membesuk, menyuntikkan semangat, dan merajut doa agar Ko Nan segera pulih. Namun, ketetapan Sang Maha Kuasa adalah kehendak tertinggi. Hari ini, Almarhum dipanggil pulang menuju keharbitan-Nya dengan tenang.
Bagi katong samua—khususnya Nan pung tamang-tamang wartawan—kehilangan ini meninggalkan duka yang teramat dalam. Ko Nan bukan sekadar sahabat; beliau adalah sosok pekerja keras yang tiada tanding. Di belantara pers Maluku Utara, beliau dikenal luas sebagai “tukang tulis berita tercepat”—seorang jurnalis yang piawai menangkap kilatan peristiwa dan mengolahnya menjadi warta bernas dalam hitungan menit.
Layar kenangan seolah berputar kembali ke 26 tahun silam. Beta masih inga di Kantor Kalumpang, ruang redaksi Harian Umum Mimbar Kieraha menjadi saksi kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang begitu erat. Di sinilah Ko Nan membuktikan dedikasi luar biasanya. Berawal sebagai seorang layouter koran yang andal pada masanya, Ko Nan adalah garda terakhir penyaji berita.
Di tengah kepulan asap kopi dan derak tuts computer DOS (Disk Operating System) berbasis teks (Command-Line Interface), Ko Nan dengan penuh kesabaran menunggui setumpuk naskah serta kiriman foto dari redaktur dan wartawan hingga larut, bahkan hingga dini hari menjelang subuh. Sebelum helai-helai print-out naik ke meja mesin cetak, Ko Nan tetap setia standby, memastikan setiap tata letak sempurna dan berita siap menyapa pembaca di pagi hari.
Jejak perjuangan di Kalumpang itu terukir indah bersama nama-nama hebat seperti Bos Faiz Albar (Pemimpin Redaksi), Iqbal Bafagih, Boerhanudin Arsyad (alm), Usman Sidik (alm), Helmi Alhadar, Nurdewa Safar, Natsir, Arif, serta kawan-kawan seperjuangan lainnya.
Dinamika zaman membawa perubahan pasca-tahun 2003, seiring gelombang pemekaran kabupaten/kota di Maluku Utara. Ketika banyak kawan redaksi kembali ke daerah untuk membina media lokal—seperti beta yang memilih beraktivitas di Sanana, Kepulauan Sula—Ko Nan tetap kokoh menjaga ritme jurnalistik di Ternate. Beliau mendirikan media berita online dan bertindak sebagai Pemimpin Redaksi Pilingnews.com.
Dalam karya-karyanya, Ko Nan dikenal memiliki kepekaan tajam terhadap isu-isu sosial dan penegakan hukum, memperjuangkan suara publik dengan gaya tulisan yang lugas namun bernas.
Tak hanya di bilik redaksi, dedikasi Ko Nan merambah kuat pada pembinaan organisasi profesi. Di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Utara, sosoknya dikenal sangat humanis dan menjadi teman diskusi yang mengayomi. Rasa memiliki dan kepeduliannya yang tinggi—sikap yang senantiasa kalesang terhadap marwah pers—membuatnya dipercaya memegang amanah penting.
Sejak aktif di PWI Malut saat pembentukannya pada 2021 di bawah kepemimpinan Hasyim Ado, Ko Nan kemudian dipercayakan menjabat sebagai Sekretaris PWI Maluku Utara mendampingi Plt Ketua Asri Fabanyo pada masa transisi kepengurusan tahun 2022.
Ungkapan duka mengalir membanjiri ruang-ruang percakapan, menandakan betapa luas kebaikan yang telah ditanam Almarhum semasa hidupnya.
“Almarhum Pak Nan orang baik. Semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT sesuai dengan amal ibadahnya,” tulis Pardi AM, Tokoh Pers Maluku Utara di grup WhatsApp PERS MALUKU UTARA.
“Ko Nan orang baik, senior yang ramah, dan banyak memberi nasehat. Insya Allah Husnul Khatimah, ya Allah,” tutur Burhan, Pimpinan Media Berita Posko Malut.
Hari ini, seluruh keluarga besar Redaksi JurnalSWARA menundukkan kepala dengan rasa belasungkawa yang mendalam. Kebersamaan, tawa, nasehat, serta teladan kerja keras yang Ko Nan wariskan akan terus hidup dalam ingatan kolektif dunia pers Maluku Utara.
Selamat jalan, Sahabatku Adnan Waysamola. Semoga amal, kebaikan, budi pekerti, serta dedikasimu dalam mencerdaskan publik menjadi ladang pahala jariah dan penerang jalan indah kepulanganmu ke hadirat Allah SWT. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan iman.
Husnul Khatimah, Ko Nan. Bismillah, Selamat Jalan, tenanglah di sana… Amin Ya Rabb.
by Edho Babatopa, Redaksi JurnalSwara





















