InternasionalBERITA

10 Hari Sebelum Tewas, Khamenei Keluarkan Instruksi Suksesi dan Struktur Komando Nasional

×

10 Hari Sebelum Tewas, Khamenei Keluarkan Instruksi Suksesi dan Struktur Komando Nasional

Sebarkan artikel ini
Berpulangnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

Sebelum wafat, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah mengeluarkan instruksi darurat kepada jajarannya terkait suksesi dan struktur komando nasional. Suksesi akan dilakukan sebagai antisipasi jika dirinya tewas dalam potensi serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) atau Israel.

JScom | TEHERAN – Instruksi darurat Khamenei ini mengemuka berdasarkan laporan The New York Times pada Kamis (20/2/) yang mengutip sumber dari pejabat Iran, anggota Korps Garda Revolusi, dan mantan diplomat.

SELAMAT & SUKSES PENYELENGGARAAN GABALIL HAI SUA 2026

Laporan tersebut menyebutkan, persiapan suksesi muncul di tengah pertimbangan opsi militer oleh Washington menyusul kebuntuan negosiasi nuklir. Dilansir dari Yeni Safak, Senin (23/2/), Khamenei mengatur pendelegasian wewenang dan rantai komando untuk situasi darurat. 

Instruksi ini menetapkan beberapa lapis pengganti untuk posisi-posisi kunci di bidang militer maupun politik. Jika komunikasi terputus atau Pemimpin Tertinggi terbunuh, otoritas pengambilan keputusan akan langsung beralih ke lingkaran terdekatnya.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Khamenei telah mengangkat Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, ke dalam peran manajemen pusat.  Larijani kini memegang kendali atas urusan negara, termasuk mengelola penanganan demonstrasi di dalam negeri.

Dia juga menangani diplomasi nuklir yang sensitif dengan Washington serta mengoordinasikan hubungan dengan sekutu strategis seperti Rusia, Qatar, dan Oman. Di samping itu, Larjani menyusun perencanaan perang dalam menghadapi potensi serangan AS.

Meskipun memegang peran sentral, Larijani lebih dipandang sebagai “manajer krisis” kepercayaan Khamenei, bukan sebagai kandidat tunggal suksesi jangka panjang.

Di sisi lain, militer Iran kini berada dalam status waspada tinggi.  Teheran telah mengerahkan sejumlah rudal di sekitar Irak dan Teluk Persia, serta rutin menggelar latihan militer. Dalam pernyataan publiknya, Khamenei tetap menunjukkan sikap menantang dan menjanjikan pembalasan keras terhadap setiap serangan yang menargetkan kedaulatan Iran. 

 Postur militer ini mencerminkan penilaian Teheran bahwa ruang diplomasi semakin menyempit. Ketegangan juga semakin memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran hanya diberi waktu selama beberapa hari mengenai kesepakatan nuklir. Trump juga memberikan peringatan keras bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, maka hal-hal buruk akan terjadi.

Sepuluih hari kemudian, stasiun televisi pemerintah Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Saluran berita IRINN menayangkan foto foto Khamenei dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai latar, disertai pita hitam di pojok kiri atas layar.

‘Penyiar membacakan pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) yang secara resmi mengonfirmasi kematian Khamenei dan menuding Amerika Serikat serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Dalam pernyataan itu, Khamenei disebut wafat sebagai “martir” yang akan menjadi awal dari “kebangkitan dalam perjuangan melawan para penindas.”

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa Ayatollah Khamenei wafat pada Sabtu (28/02) dini hari di kantornya “saat sedang menjalankan tugas.”

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut tewas dalam serangan tersebut.

Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga memberitakan bahwa salah satu menantu perempuan Khamenei tewas. Di pihak militer, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Pakpour, serta sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran, menurut laporan kantor berita resmi. (Jis-CNBC, JS)

Bacaan Sahabat JS  Pilkada Di Depan Mata, Dokumen RPJPD Kepulauan Sula Belum Rampung, Ada Apa DPRD?