Maluku UtaraBERITAKota TernateNASIONAL

Menjaga Keseimbangan di Tanah Tambang: Aswar Salim Gandeng Ahmad Assagaf | Era Baru FSP KEP SPSI Malut

×

Menjaga Keseimbangan di Tanah Tambang: Aswar Salim Gandeng Ahmad Assagaf | Era Baru FSP KEP SPSI Malut

Sebarkan artikel ini
AHMAD ASSAGAF, ST, Pengusaha Muda Maluku Utara

Riuh rendah demokrasi internal itu terasa hangat di dalam aula Hotel Grand Majang, Ternate, Senin (25/5). Di sela-sela deru mesin industri dan gemerlap investasi yang sedang menyelimuti bumi Maluku Utara, sebuah momentum penting bagi nasib ribuan pekerja baru saja diukir. Musyawarah Daerah (Musda) I Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) Provinsi Maluku Utara sukses melahirkan nakhoda baru. Aswar Salim.

JScom | Ternate – Aswar Salim resmi terpilih secara aklamasi. Dukungan penuh dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Maluku Utara mengalir mulus, menitipkan harapan besar di pundaknya untuk membawa organisasi buruh ini mengarungi ombak dinamika ketenagakerjaan yang kian kompleks.

Namun, ada yang menarik perhatian dalam konsolidasi besar kali ini. Di samping Aswar, muncul sebuah nama yang akrab di dunia usaha namun baru di struktur organisasi buruh: Ahmad Assagaf, ST. Pengusaha muda yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Maluku Utara ini langsung dirangkul untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I DPD FSP KEP SPSI Maluku Utara.

Kehadiran Ahmad membawa angin segar sekaligus perspektif baru dalam menjembatani hak pekerja dan kepentingan industri.

Bagi Ahmad Assagaf, masuk ke dalam lingkaran SPSI bukanlah tentang mencari panggung, melainkan panggilan untuk membenahi “rumah” bagi para pekerja di Maluku Utara yang dikenal “Tanah Tambang” ini.

“Bagaimana pun, sebagai Organisasi Buruh, SPSI adalah kendaraan dan wadah bagi pekerja, menjadi rumah perjuangan pekerja,” ungkap Ahmad saat berbincang hangat, Selasa pagi (26/5).

Ahmad melihat bahwa SPSI tidak bisa lagi berjalan dengan gaya lama. Perlu ada kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pemerintah untuk menciptakan hubungan industrial yang stabil. Dengan begitu, SPSI akan menjadi motor penggerak utama dalam membangun ekonomi pekerja dan masyarakat secara luas.

Langkah awal yang menjadi sorotan Ahmad adalah pembenahan internal. Berdasarkan identifikasi di lapangan, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah terkait permasalahan administratif yang dihadapi para pekerja. Konsolidasi kelembagaan menjadi harga mati agar fungsi serikat sebagai pelindung, pembela, dan penggerak kesejahteraan anggota bisa berjalan optimal.

“Bagi saya, Maluku Utara hari ini bukanlah wilayah biasa. Provinsi ini telah menjelma menjadi pilot project nasional dalam pembangunan sektor industri, terutama sektor pertambangan dan hilirisasi. Di satu sisi, investasi membawa pertumbuhan ekonomi yang melesat. Namun di sisi lain, ada ancaman eksploitasi jika tidak dikawal dengan ketat, juga ada hak-hak pekerja dalam ancaman masalah,” ujar Ahmad.

Di sinilah FSP KEP SPSI Maluku Utara di bawah kepemimpinan baru Aswar Salim ini akan memosisikan diri sebagai benteng keadilan. Ahmad menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan manusia di dalamnya.

“Sangat tidak bijak jika investor masuk membawa prinsip kapitalisme tanpa diimbangi nilai sosialisme dan keadilan, maka yang terjadi adalah over eksploitasi. Maka SPSI harus hadir sebagai penyeimbang dalam mendistribusikan keadilan bagi masyarakat pekerja dan keluarganya,” tegas Ahmad dengan nada puitis namun penuh penekanan.

Menakhodai organisasi buruh di tengah raksasa-raksasa industri tentu membutuhkan strategi yang matang. Pintu pertama yang akan selalu diketuk oleh SPSI Maluku Utara adalah harmonisasi industrial melalui pendekatan dialog sosial—sebuah ruang untuk mencari solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Namun, kelembutan dialog itu bukan berarti tanpa taring. Ahmad memastikan, SPSI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika hak-hak dasar pekerja diinjak-injak. “Kita siap mengambil jalur advokasi ekstrem saat terjadi PHK sepihak,” tambahnya.

Langkah ke depan memang tidak mudah, namun arah kompas sudah ditentukan. Di bawah nakhoda Aswar Salim dan energi baru Ahmad Assagaf, FSP KEP SPSI Maluku Utara siap memastikan bahwa di balik megahnya angka-angka pertumbuhan ekonomi daerah, ada keringat buruh yang dihargai dengan adil, serta ketenangan berusaha yang berjalan beriringan.(redJScom)

Bacaan Sahabat JS  Soal Jabatan ASN, MenPANRB Bantah Hidupkan Dwifungsi ABRI, “Kami akan Bahas Bersama Pak Kapolri dan Panglima TNI”