Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Maluku Utara akhirnya menemukan nakhoda baru. Habib Ahmad Assagaf terpilih sebagai Ketua Umum melalui Musprov Luar Biasa akhir November 2025 lalu. Sang Habib ditantang sembuhkan “Luka Selisih Pengurus” soal transparansi dan legalitas sejumlah pengurus tingkat kabupaten. Habib optimis bersinergi dengan pemerintah provinsi, bikin sejuk pengurus, hingga menembus prestasi karate-do di berbagai level.
JScom TERNATE – FORKI Maluku Utara (Malut) dipastikan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan stakeholder terkait untuk pengembangan potensi, pembinaan, dan peningkatan prestasi karate-do di Maluku Utara. Demikian Habib Ahmad Assagaf yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketum Forki Maluku Utara 2025 – 2029, kepada www.jurnalswara.com, Selasa (16/12).
Musprovlub dihadiri sejumlah perguruan karate di Maluku Utara, yaitu Inkado, Inkai, Wadokai, Lemkari, Sindoka, Aski, Porbikawa dan Inkanas, mengusung tema Forki Maluku Utara, Merajut Kebersamaan Mengukir Prestasi Baru Menuju Kie Raha Gemilang”. MusprovLub berlangsung di Hotel Emerald, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Kamis, (20/11/2025) lalu.
Habib yang terpilih di tengah maraknya isu internal seperti perselisihan kepengurusan, tuntutan transparansi, dan masalah legalitas administrasi di beberapa cabang seperti Ternate, mengaku justeru termotivasi sejumlah masalah ada.

“InsyaALLAH dengan masalah yang ada, kita akan belajar dan menjadi kuat. Kuncinya adalah selalu kompak dan fokus dengaan tujuan organisasi. Apalagi pemerintah saat ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara sangat konsen dengan pengembangan keolahragaan, termasuk atlit Karate di Maluku Utara,” ujar Habib Ahmad optimis.
Sebagai Ketua Umum, visi Habib Ahmad Assagaf menjadikan Forki Maluku Utara sebagai federasi yang profesional, berprestasi, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Untuk menuju visi dimaksud, yang pertama dilaksanakan adalah pembenahan internal pengurus provinsi dan kabupaten kota, menyatukan potensi seluruh kader yang tersebar di Maluku Utara. Karena kekompakan pengurus adalah kekuatan untuk melahirkan atlet-atlet yang bisa bersaing di kancah nasional hingga internasional,” ungkap Habib.
Dalam penerapan manajemen organisasi, Habib Ahmad Assagaf pastikan menerapkan Manajemen Terbuka (Open Management) yang searah dengan Gubernur Sherly Tjoanda Laos yang menjadikan keterbukaan bekerja sebagai sentrum menajemen.
“Apapun bentuk tantangannya, Forki Malut harus maju, harus transparan, baik internal maupun eksternal. Tidak boleh ada yang tertutup, misalnya soal anggaran,” tegas Habib, sambal menambahkan dirinya bakal konsen mendorong seluruh perguruan karate lebih proaktif menyelenggarakan kegiatan dan pelatihan rutin demi mencetak atlet-atlet berprestasi.
Habib juga bakal berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, Gubernur Sherly, untuk memaksimalkan tumbuh-kembang atlit secara merata di Maluku Utara. “Kami sangat berkeyakinan, kepemimpinan Gubernur Sherly yang mampu mengimplementasi berbagai program di satu tahun pertama ini, akan berdampak pada kemajuan prestasi olahraga, terutama Forki Maluku Utara,” demikian Habib menutup percakapan dengan www.jurnalswara.com, (Ed-JS)




















