BERITAJawa BaratNASIONAL

Ekonomi Jabar Naik 5,20 Persen, KDM Buka Suara sampai Bocorkan Resep Percepat Investasi

×

Ekonomi Jabar Naik 5,20 Persen, KDM Buka Suara sampai Bocorkan Resep Percepat Investasi

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Naik 5,20 Persen, Dedi Mulyadi Buka Suara sampai Bocorkan Resep Percepat Investasi

JScom, BANDUNG – Dedi Mulyadi buka suara soal pertumbuhan ekonomi Jabar yang naik 5,20 persen. Gubernur Jabar bocorkan resep percepat investasi.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III tahun 2025 tercatat mencapai 5,20 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Capaian ini didorong oleh kebijakan pembangunan yang efektif serta peningkatan arus investasi.

“Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian,” katanya.

Dedi menekankan bahwa kualitas infrastruktur menjadi faktor kunci dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Kalau jalannya cepat rusak, maka akibatnya adalah pembangunan balik lagi ke jalan, balik lagi ke jalan. Sehingga, kita tidak punya kesempatan untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan dan irigasi menjadi prioritas utama agar produktivitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian, tetap terjaga.

Selain pembangunan fisik, Dedi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Bacaan Sahabat JS  Karpet Merah Buat Investor IKN, Negara Berikan HGB Selama 160 Tahun, Begini Regulasinya…

Sejak awal masa jabatannya, ia membuka akses publik terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, ia secara rutin melaporkan kondisi kas daerah setiap hari melalui akun media sosial pribadinya sebagai wujud akuntabilitas kepada masyarakat.

“Mobilitas masyarakat sepanjang Januari–September, produksi padi yang meningkat, dan juga capaian realisasi investasi PMA dan PMDN yang mendorong sektor konstruksi dan komponen PMTB,” jelas Darwis, dikutip dari TribunJabar.id.

Selama sembilan bulan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi dengan menjalankan lima kebijakan pokok secara konsisten. Salah satu langkah nyata yang ia ambil adalah memperlancar mobilitas penduduk dan distribusi logistik melalui pembangunan jalan sepanjang 666 kilometer yang seluruh pendanaannya berasal dari pajak kendaraan bermotor.

“Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian,” katanya.

Dedi menekankan bahwa kualitas infrastruktur menjadi faktor kunci dalam pembangunan ekonomi daerah.

Bacaan Sahabat JS  INDIKATOR : Sherly Tjoanda Laos Masuk Bursa Capres RI, KDM Terkuat Kedua Setelah Prabowo

“Kalau jalannya cepat rusak, maka akibatnya adalah pembangunan balik lagi ke jalan, balik lagi ke jalan. Sehingga, kita tidak punya kesempatan untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan dan irigasi menjadi prioritas utama agar produktivitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian, tetap terjaga.

Selain pembangunan fisik, Dedi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sejak awal masa jabatannya, ia membuka akses publik terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, ia secara rutin melaporkan kondisi kas daerah setiap hari melalui akun media sosial pribadinya sebagai wujud akuntabilitas kepada masyarakat.

call to action icon

Kebijakan-kebijakan tersebut turut memperkuat kepercayaan investor di Jawa Barat. Dedi juga menindak praktik premanisme melalui pembentukan satuan tugas, memberantas percaloan tenaga kerja industri lewat aplikasi NyariGawe, serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi investor dan pelaku usaha di daerah.

Bacaan Sahabat JS  PDIP - PKB Satu Sikap Lawan Bau Amis Pemilu 2024 Curang

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Jawa Barat pada kuartal III tahun 2025 mencapai Rp77,1 triliun, setara 15,7 persen dari total investasi nasional. Angka ini mencatat kenaikan signifikan sebesar 36,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang saat itu mencatat nilai Rp56,57 triliun.

“Investasi tidak hanya soal angka, tapi bagaimana memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat,” katanya.

Dedi menegaskan, dirinya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berfokus melaksanakan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Dan kita anggap berbagai sindiran, nyinyiran, atau kritik yang dialamatkan pada saya sebagai obat agar saya tidak jumawa, terus mawas diri dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.(red)