Suasana khidmat menyelimuti pagi di gedung Badan Narkotika Nasional, Rabu 17 Juni 2026. Di bawah naungan penanggalan Islam yang menandai awal tahun baru 2 Muharram 1448 Hijriah, sebuah tongkat estafet kepemimpinan penting resmi diserahterimakan. Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mirzal Alwi, S.I.K., resmi dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.
JScom | JAKARTA – Pelantikan pejabat bukanlah sekadar rotasi jabatan biasa di lingkungan korps kepolisian atau BNN. Kedatangan perwira yang dikenal murah senyum ini terasa seperti sebuah kepulangan yang hangat. Langkah kaki Kombes Pol Mirzal kembali ke bumi Moloku Kie Raha seakan menggenapi takdir pengabdian, setelah sekian lama ia melanglang buana menjaga keamanan objek vital dan mengendus jaringan peredaran gelap narkotika di berbagai sudut Nusantara.
Amanah baru ini tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Tinggi Pratama Kepala BNNP, Nomor: Peng/10/V/SU/KP.01/2024/BNN yang ditandatangani sejak 30 Mei 2024 silam. Proses panjang seleksi ketat yang dilalui Kombes Pol Mirzal membuktikan kualitas kompetensi serta integritasnya yang dinilai matang untuk menakhodai lini depan perang melawan narkotika di wilayah kepulauan timur Indonesia.
Sejenak ke belakang, perjalanan karier Kombes Pol Mirzal Alwi adalah cerminan dari dedikasi tanpa henti selama lebih dari dua dekade. Sejak lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2001, ia telah memegang berbagai tongkat komando penting, mulai dari tingkatan kepolisian resor (Polres) di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatra hingga merambah ke tanah Papua, sebelum akhirnya dipercaya memimpin direktorat di jajaran Kepolisian Daerah (Polda).
Di awal pembentukan komando wilayah baru, kepemimpinannya diuji saat ia ditunjuk menjadi salah satu perwira perintis sebagai Kapolres Bangka Selatan di bawah naungan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Keberhasilannya dalam membangun fondasi keamanan dari nol membawanya pada tantangan berikutnya di tahun 2011 sebagai Kapolres Prabumulih, Sumatra Selatan. Di kota pelintasan strategis nasional tersebut, ia berhasil menekan angka kriminalitas dan menjaga stabilitas kawasan satelit yang dinamis.
Sepanjang kariernya, fokus pengabdian Kombes Pol Mirzal bertumpu kokoh pada dua pilar utama Polri: reserse narkotika dan pengamanan objek vital nasional (Pamobvitnas).
Spesialisasinya di bidang narkotika mulai meroket tajam ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di Maluku Utara sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba). Kejeliannya membaca peta peredaran zat terlarang membuatnya dipromosikan menjadi Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Maluku Utara pada tahun 2017.

Tak berhenti di sana, kemampuan operasionalnya kembali diuji di zona laut Sumatra melalui amanah sebagai Dirresnarkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung pada 2019. Di sana, ia memimpin operasi besar-besaran untuk memutus jalur tikus penyelundupan narkoba jalur laut yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Bangka.
Setelah kenyang dengan strategi deteksi bawah tanah, pria kelahiran 10 Juli 1970 ini melakukan transisi karier yang menarik ke Korps Sabhara Baharkam Polri. Ia dipercaya menjabat sebagai Dirpamobvit Polda Sumatra Selatan, mengawal kawasan industri, pariwisata, hingga sektor energi dan pertambangan berbasis risiko tinggi.
Sebelum dilantik pagi tadi, ia menuntaskan baktinya sebagai Auditor Sispamobvitnas Madya Tk. I Baharkam Polri sejak Juli 2024, sebuah jabatan yang menuntut ketelitian tinggi dalam mengaudit sistem manajemen pengamanan BUMN serta perusahaan swasta strategis nasional di seluruh pelosok Indonesia.
Rekam Jejak Nyata dan Edukasi Tanpa Pandang Bulu
Masyarakat Maluku Utara tentu belum lupa pada sepak terjang nyata Kombes Pol Mirzal saat bertugas di Polda Malut tempo hari. Catatan media merekam dengan jelas bagaimana sikap sigapnya membongkar sindikat peredaran gelap narkotika di Kota Ternate hingga ke Kepulauan Sula.
Ia tidak pandang bulu; komitmennya yang tanpa kompromi bahkan menyeret oknum anggota DPRD Kepulauan Sula yang terbukti terlibat untuk menjalani proses hukum dan rehabilitasi medis. Gebrakan masif tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan yang ia gunakan tidak hanya tegas, namun juga edukatif dan menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
Penangkapan tersebut tidak sekadar menjadi hukuman, melainkan pintu gerbang kesembuhan dan edukasi sosial bagi masyarakat luas bahwa narkoba adalah musuh bersama yang bisa menjangkiti siapa saja.
Kini, tantangan baru telah menanti di meja kerjanya. Ancaman peredaran zat adiktif terlarang tingkat global terus berkembang dengan modus operandi yang semakin canggih dan terselubung. Namun, dengan pembawaannya yang simpatik, rekam jejak yang bersih, serta pemahaman mendalam tentang karakteristik sosiologis masyarakat kepulauan Maluku Utara, publik menaruh harapan besar.
Kembalinya Mirzal ke Maluku Utara bagaikan kembalinya seorang nakhoda yang telah memahami betul arus, gelombang, dan karang di lautan pasarnya. Selamat bertugas, Kombes Pol Mirzal Alwi. Tanah Maluku Utara menyambut kembali pengabdian terbaikmu demi mewujudkan wilayah yang bersih dari narkoba (Bersinar), aman, dan bermartabat. (red)





















