Maluku UtaraHUMANIORAKepulauan SulaNASIONAL

Riuh Hangat D’Kampung Tipar | Deklarasi KKSK Berlangsung Khidmat

×

Riuh Hangat D’Kampung Tipar | Deklarasi KKSK Berlangsung Khidmat

Sebarkan artikel ini
Tokoh Sula dan Pembina KKSK IR. H ZAINUDDIN UMASANGADJI menyerahkan Pataka KKSK kepada Ketum H Lukman Umafagur.

Suasana di Kafe D’Kampung Tipar, Cimanggis, Kota Depok, Sabtu, 14 Juni kemarin, terasa begitu berbeda. Aroma kopi,corak warna kue tradisionil dan riuh rendah obrolan tidak sekadar menjadi pelengkap akhir pekan, melainkan saksi dari sebuah momen bersejarah bagi Matapia Sua (orang Sula) di perantauan. Di tempat inilah, kerinduan akan kampung halaman bertransformasi menjadi sebuah ikatan formal yang kuat: Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sula Kepulauan (KKSK).

JScom | JAKARTA – Agenda yang dinanti-nanti ini berjalan khidmat, lancar, dan penuh rasa kekeluargaan. Sebanyak 97 orang pengurus pusat resmi dilantik, menandai babak baru bagi diaspora Sula untuk menancapkan kiprahnya. KKSK kini bukan lagi sekadar nama, melainkan sebuah “rumah besar”—ruang silaturahim yang hangat, tempat berhimpun, sekaligus wadah apresiasi untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia demi keadaban tanah leluhur; Sulabesi, Taliabu, dan Pulau Mangoli.

Prosesi deklarasi sengaja dilangsungkan secara bersahaja namun sarat makna. Dimulai dari pembacaan naskah deklarasi yang lantang oleh Profesor Abdul Haris Fatgehipon mewakili Dewan Pendiri, suasana seketika berubah hening dan emosional. Naskah demi naskah Surat Keputusan mengenai komposisi pengurus dibacakan oleh Sekretaris Jenderal KKSK, hingga puncaknya pada prosesi pelantikan.

Prosesi suci ini dipimpin langsung oleh H. Ir. Zainuddin Umasangadji selaku Pembina KKSK dan Tokoh Masyarakat Sula Kepulauan. Puncak acara ditandai dengan penyerahan Pataka KKSK kepada Ketua Umum, H. Lukman Umafagur, S.Hut, MS.I. Di bawah kibaran bendera itulah, tanggung jawab besar resmi diemban.

Sejumlah Pengurus Pusat KKSK

Dalam amanatnya, Zainuddin mengingatkan pentingnya menjaga arah kompas organisasi agar tetap lurus sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Setiap pengurus wajib memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Tempatkan dan wujudkan KKSK ini sebagai wadah kekeluargaan, silaturahim, hingga pengembangan potensi internal lainnya. Lebih dari itu, kita harus mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula,” tegas Zainuddin.

Ketum H. Lukman Umafagur dalam sambutannya mengajak menatap bersama masa depan KKSK dengan optimisme tinggi. Baginya, menggerakkan organisasi di tanah rantau tidak bisa melepaskan diri dari akar budaya asli. Tradisi persaudaraan leluhur harus menjadi energi sekaligus kompas utama.

“Konsep Basanohi (saling menyayangi), Pamanatol (saling merangkul/menghargai), dan Maksaira (gotong royong) tentu menjadi acuan utama dalam menggerakkan organisasi ini,” ujar Lukman hangat. “Kiranya, sudah saatnya kita pererat dan satukan visi bersama. Hilangkan sekat-sekat di antara kita, karena dalam organisasi ini, sesungguhnya kita satu tujuan.”

Ketua Panitia Deklarasi H. Adnan Husen Balfas menyampaikan sambutan mengawali acara Deklarasi dan Pengukuhan KKSK

Struktur perahu besar ini diperkuat oleh Muhammad Faisal Tuhulele sebagai Sekretaris Jenderal dan H. Adnan Husen Balfas selaku Bendahara Umum. Pergerakan organisasi juga ditopang oleh jajaran Wakil Ketua Umum (Abdul Walid Mayau, Nur Hidayat Umacina, Junaidi Sangadji), Wasekjen (Nabiha Alwi, Hamdi Umanailo, Riyandi Umasugi), serta Wabendum (Meiyu Yanti Drakel, Marwati Wambes, Suryani Soamole), yang membawahi 16 departemen kerja.

Kehadiran KKSK juga menyedot perhatian luas dari publik Maluku dan Maluku Utara di Jabodetabek. Dukungan mengalir horizontal dari berbagai organisasi paguyuban yang turut hadir, seperti Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), Maluku Utara Bersatu (MUB), dan Front Pemuda Islam Maluku (FPIM).

Ketua Umum HIKMU, Askan Naim, yang hadir bersama jajaran pengurus intinya, menyampaikan rasa bangganya atas solidaritas warga Sula.

“Kerukunan Keluarga Sula Kepulauan sesungguhnya adalah bagian tak terpisahkan dari Keluarga Besar Maluku Utara. Saya sangat bangga dengan hadirnya KKSK, warga Sula terbukti sangat kompak. Insya Allah, langkah-langkah kolaboratif akan kita tempuh bersama untuk kemajuan KKSK dan HIKMU,” tutur pengusaha kapal asal Maluku Utara yang baru terpilih Mei 2026 lalu itu.

Senada dengan Askan, Ketua Umum MUB, Oktovianus H. Sero, juga memberikan respons emosional yang positif. “Kami mendapat kehormatan diundang ke acara Orang Sula seperti ini. Semoga ke depannya paguyuban KKSK secara kolektif bersama dengan paguyuban lain asal Maluku Utara tetap eksis dan konsisten membangun kebersamaan di tanah rantau,” ujarnya penuh semangat.

Merantau bukanlah sekadar berpindah tempat mencari penghidupan, melainkan seni menjaga identitas di tengah keberagaman. Kehadiran paguyuban seperti KKSK menjadi pengingat penting bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, akar budaya tidak boleh tercerabut.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Adnan Husen Balfas—atau yang akrab disapa Ko Nan—tak bisa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus leganya atas suksesnya acara ini. Sebagai sosok yang mengawal jalannya acara, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh elemen.

“Alhamdulillah, agenda awal organisasi telah kita laksanakan dan berjalan sukses. Semoga ini adalah awal yang baik untuk KKSK ke depan,” ungkap Ko Nan sembari dengan rendah hati meminta maaf jika terdapat kekurangan atau kekhilafan teknis selama pelaksanaan acara.

Hari itu, di sudut Cimanggis yang teduh, sekat-sekat jarak geografis mencair. Melalui KKSK, diaspora Sula telah mengirimkan pesan kuat ke kampung halaman: bahwa di manapun mereka berada, Sula dan keadabannya akan selalu hidup di dalam dada. (red-Jscom)

Bacaan Sahabat JS  Inspektur Kamarudin Mangkir Panggilan, Ditreskrimum Polda Malut Bakal Ke Kepulauan Sula