Kepulauan SulaBERITAMaluku UtaraOLAHRAGA

Pastikan 69 Atlit dari 11 Cabor Berlaga di Tobelo, Ini Penjelasan KONI Soal Absennya Sepakbola…

×

Pastikan 69 Atlit dari 11 Cabor Berlaga di Tobelo, Ini Penjelasan KONI Soal Absennya Sepakbola…

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

Sebanyak 69 patriot olahraga terbaik Sula kini tengah mengikat tali sepatu lebih kencang, bersiap memanggul nama baik daerah menuju arena Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Maluku Utara di Tobelo, Halmahera Utara. Memang aroma keringat, deru napas yang memburu, dan denting fasilitas latihan yang terbatas menjadi saksi bisu di sudut-sudut Kabupaten Kepulauan Sula. Di balik riuh rendah persiapan itu, ada sebuah asa besar yang sedang dirajut. Namun, di tengah optimisme yang membubung tinggi, ada satu ruang kosong yang meninggalkan tanya di hati publik Sula: Di mana tim sepakbola? Ini penjelasan Sekretaris KONI Kepulauan Sula.

JScom | KEPULAUAN SULA – Perhelatan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 15 Juni 2026 ini menjadi panggung pembuktian. Langkah kaki kontingen Sula pun sudah dipatok. Jika tidak ada aral melintang, rombongan akan bertolak dari Pelabuhan Sanana pada 6 Juni 2026, melakukan transit di Kota Ternate, sebelum akhirnya mendarat di bumi Hibualamo – Tobelo. Namun, perjalanan kali ini bukanlah karpet merah yang bertabur kemudahan.

KONI Kepulauan Sula saat ini sedang menantang waktu dan keadaan. Bayangkan saja, kepengurusan institusi olahraga tertinggi di Sula ini baru seumur jagung—bahkan baru aktif kembali dalam hitungan minggu. Mereka harus langsung berlari maraton menembus badai efisiensi anggaran di postur keuangan Pemerintah Daerah.

Meski dihantam keterbatasan finansial, dapur persiapan tidak boleh mogok. Di bawah komando tim yang baru, KONI Sula berhasil merampungkan seleksi atlet dan menyusun anggaran kontingen secara transparan dan terbuka bersama pengurus cabang olahraga (cabor).

Hasilnya? Sebelas cabor resmi mengantongi tiket ke Tobelo dengan total 69 atlet dan petarung yang siap meledakkan kemampuan terbaik mereka:

  • Voli Putra: 12 orang
  • Atletik: 8 orang
  • Pencak Silat: 8 orang
  • Tinju: 7 orang
  • Sepak Takraw: 7 orang
  • Tenis Meja: 6 orang
  • Biliar: 6 orang
  • Bulutangkis: 5 orang
  • Wushu: 4 orang
  • Tenis Lapangan: 3 orang
  • Taekwondo: 3 orang

“Semua atlet yang didaftarkan merupakan hasil seleksi dari masing-masing cabor yang dilaksanakan secara terbuka dan transparan bersama KONI. Kami ingin memastikan atlet yang berangkat benar-benar siap membawa nama baik daerah,” ujar Sekretaris KONI Kepulauan Sula, Idzi Asrul Tabona, saat ditemui awak media pada Selasa (26/5/2026).

Teka-Teki Mengapa Si “Kulit Bundar” Absen?

Di tengah optimisme yang membubung tinggi, ada satu ruang kosong yang meninggalkan tanya di hati publik Sula: Di mana tim sepakbola?

Sebagai olahraga sejuta umat yang selalu dinanti penampilannya di lapangan hijau, absennya cabor sepakbola dari daftar kontingen tentu mengundang riak kekecewaan masyarakat. Mengapa olahraga paling populer ini justru harus gigit jari?

Di balik layar, rupanya ada benang kusut administratif yang terlambat diurai. Ruang waktu yang sempit menjadi musuh utama. Isu yang berembus menyebutkan bahwa KONI sempat mendaftarkan nama-nama pemain ke Panitia Besar (PB) PORPROV V. Namun, langkah tersebut ibarat berjalan tanpa “permisi” ke Askab PSSI Sula selaku induk cabor resmi.

Mulai dari proses seleksi pemain hingga pendaftaran dilakukan tanpa keterlibatan PSSI. Imbasnya, pendaftaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh panitia provinsi karena tidak mengantongi surat rekomendasi resmi dari PSSI setempat.

Idzi Asrul Tabona tidak menampik realitas pahit tersebut. Dengan nada bicara yang tenang namun sarat evaluasi, ia meluruskan dinamika yang terjadi.

“Kami sudah maksimal berkoordinasi dengan teman-teman pengurus cabor Sepakbola, bahkan bersama-sama dengan yang lain bertemu secara pribadi untuk pembentukan tim sepakbola. Demikianlah faktanya, kita memang masih perlu membangun kebersamaan agar lebih baik ke depan,” ungkap Idzi berlapang dada.

Idzi sangat memahami psikologi dan kegelisahan para pencinta bola di Sula. Bagi dia, insiden ini adalah bagian dari proses pendewasaan olahraga yang tidak bisa diubah dalam sekejap mata seperti membalikkan telapak tangan.

“Beta tahu tong samua pung (kita semua punya) tujuan untuk olahraga di Sula ini maju. Hanya tak mungkin dalam sekejap mata disulap agar baik. Tapi butuh proses panjang. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita dapat saling berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik ke depan,” harapnya dengan dialek lokal yang hangat.

Menatap Tobelo dengan Visi “Sula Kuat”

Nasi telah menjadi bubur untuk sepakbola kali ini, namun 11 cabor lainnya tidak boleh kehilangan fokus. Energi positif kini dialirkan sepenuhnya untuk mendukung puluhan atlet yang akan berangkat. Skuad Sula nantinya akan dipimpin langsung oleh Ketua KONI Sula dengan kawalan ketat dari para ofisial.

Bagi KONI Sula, PORPROV V Tobelo bukan sekadar ajang berburu medali, melainkan batu pijakan pertama untuk membuktikan bahwa keterbatasan usia organisasi bukan penghalang untuk mengukir prestasi.

“Walaupun KONI Sula masih seumur jagung, kami tetap optimis dan terus mempersiapkan berbagai kebutuhan demi meningkatkan performa olahraga daerah ke depan. Semangat kami adalah mengimplementasikan visi ‘KONI Sula Kuat’,” tegas Idzi penuh optimisme.

Kini, layar telah terkembang. Dukungan moral dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bahan bakar utama yang dinanti para atlet. Di pundak 69 petarung inilah, panji-panji Kepulauan Sula ditiupkan, siap digelorakan di bumi Tobelo. (redJScom)

Bacaan Sahabat JS  Rame-Rame Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, JATAM : Pemerintah Abaikan Etika, Moral & Kemanusiaan