BERITAHalmahera BaratMaluku Utara

Wajah Baru Halbar | FTJ Menuju JAILOLO FRONT : Etalase Ekonomi & Wisata Teluk di Pulau Halmahera

×

Wajah Baru Halbar | FTJ Menuju JAILOLO FRONT : Etalase Ekonomi & Wisata Teluk di Pulau Halmahera

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI by www.jurnalswara.com


Memandang Teluk Jailolo bukan lagi sekadar menikmati lanskap laut biru berlatar megahnya Gunung Gamkonora. Dalam waktu dekat, bibir pantai di sekitar Pelabuhan Jailolo diproyeksikan bertransformasi menjadi Jailolo Front—sebuah kawasan ekonomi terintegrasi yang digadang-gadang menjadi katalis pertumbuhan baru Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara.

JScom | HALMAHERA BARAT — Gagasan besar ini lahir dari kebutuhan penataan wajah kota yang beririsan langsung dengan Festival Teluk Jailolo (FTJ), ajang promosi budaya kebanggaan Halbar yang telah masuk dalam agenda nasional.

Alih-alih berdiri sendiri, Jailolo Front dirancang sebagai “rumah panggung” permanen bagi denyut nadi ekonomi daerah. Jika FTJ selama ini menjadi magnet Musiman wisatawan yang tumpah ruah lewat seni dan tradisi, maka Jailolo Front hadir menjaga momentum itu 365 hari dalam setahun: tempat perputaran uang, interaksi, dan investasi bernilai tinggi berdetak tanpa henti.

Kepala Bapperida Halbar, Sahmi Salim, menegaskan bahwa konsep ini disinergikan langsung dengan rencana penataan kawasan FTJ yang didukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai 2027.

“Jailolo Front diharapkan dapat bersinergi dengan kawasan FTJ dan mendorong keberlanjutan dukungan Kementerian PU terhadap pembangunan kawasan ekonomi di Halbar,” ujar Sahmi, Senin (14/9/2026).

Dirancang sebagai kawasan waterfront multifungsi, masterplan bayangan kawasan ini memadukan konsep commercial-meets-nature:

  • Pusat Bisnis & Pertokoan: Magnet perdagangan regional.
  • Hotel & Akomodasi: Kenyamanan berstandar modern bagi pelancong bisnis danwisatawan.
  • Zona UMKM: Panggung produk lokal, kuliner khas Sahu-Jailolo, dan kriya Maluku Utara.
  • Ekowisata Mangrove: Konservasi hijau yang berpadu harmonis dengan lanskap pesisir.
  • Infrastruktur Transportasi & Rekreasi: Penataan pelabuhan speedboat, arena permainan anak ramah keluarga, hingga ruang terbuka hijau (RTH) publik.

Pembangunan skala kawasan waterfront tentu menuntut kepastian tata ruang dan sinkronisasi lintas sektor. Pemkab Halbar, melalui instansi teknis dan perencanaan, mempersiapkan landasan operasional berbasis regulasi daerah: diantaranya Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (RTRW/RDTR), Penyesuaian zona pesisir perkotaan Jailolo untuk aktivitas komersial, publik, dan konservasi mangrove.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi lintas otoritas (Maritim & Kepelabuhanan) sebagai upaya Sinkronisasi teknis bersama UPP Kelas III Jailolo guna memastikan alur keluar-masuk speedboat, keselamatan pelayaran, danzonasi labuh tidak bergesekan dengan tata letak dermaga wisata.

Informasi yang diperoleh media ini,terkait skala pembiayaan yang masif, Pemda Halbar meramu skema pembiayaan hybrid—menyeimbangkan stimulus APBD, lobi pendanaan strategis APBN via Kementerian PU, hingga skema kerja sama investasi swasta (Public-Private Partnership). Penyusunan masterplan komprehensif dipatok mulai awal 2027, disusul finalisasi skema investasi.

Bagi warga lokal, Jailolo Front adalah peluang rantai pasok: suplai bahan pangan hotel, pengelolaan parkir, hingga panggung talenta muda lokal. Bagi investor, ini adalah pintu depan Halbar yang menghadap langsung ke pasifik dan jalur Maluku Utara yang makin kompetitif. (Ri-JSCom)

Bacaan Sahabat JS  Mobil Rombongan Capres 01 Tabrakan Beruntun di Sumenep, Tak Ada Korban Jiwa