Pemda Halteng Rekonsiliasi Pasca Konflik
Pasca Konflik dua desa di Halmahera Tengah, Sibenpopo dan Banemo mulai kundusif. Aparat Kepolisian dari Polda Maluku Utara, Tentara Nasional Indonesia, Pemprov Maluku Utara, gerak cepat memulihkan dan mencegah konflik susulan. Pemda Halmahera didukung stakeholder terkait, membangun rekonsiliasi, menemui masyarakat antar desa di Kecamatan Patani Barat.
JScom | HALMAHERA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus mengupayakan pemulihan dan rekonsiliasi pasca-konflik di wilayah Patani Barat. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Halmahera Tengah, Bambang Wedarto Harianto. “Alhamdulillah sudah terpantau kondusif,” kata Bambang kepada media, Ahad (5/4).
Menurut Bambang, pimpinan daerah yang terdiri dari bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah saat ini terjun langsung dan berada di Banemo untuk memantau situasi.
Pemerintah daerah sedang melakukan berbagai langkah strategis, termasuk mengidentifikasi dampak konflik serta melakukan pendataan terhadap para korban dan rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
“Besok, atas arahan Pak Bupati, akan dilaksanakan apel di Desa Sibenpopo. Bupati juga telah menginstruksikan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk menuju ke Patani Barat guna mempercepat upaya pemulihan,” ujar Bambang,
Selain agenda apel, pemerintah daerah bersama masyarakat Sibenpopo dijadwalkan akan melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing atau dampak fisik akibat konflik tersebut.

Fokus utama Pemda Halteng saat ini, adalah memastikan memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal. Terkait warga yang sempat mengungsi, “Proses pemulangan pengungsi di Desa Fritu dan Desa Yeke akan mulai dilakukan hari ini hingga beberapa hari ke depan,” tambah Bambang.
Selain itu, Bambang juga bilang bahwa untuk memenuhi dan menunjang menunjang kebutuhan warga terdampak konflik, pemerintah daerah memastikan ketersediaan bantuan dasar.
Pemerintah Daerah Halmahera Tengah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, terutama pimpinan dan aparat Polri, TNI, Pemprov Maluku Utara, juga kepada komunitas masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga kondusifitas Halmahera Tengah Pasca Konflik 2 desa, Banemo – Sibenpopo. (timJScom)























