Kiprah Mufti Kesultanan Moloku Kieraha Abuya Al Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi, selain sebagai Ulama, Alhabib adalah penggerak program kemanusiaan. Aktifitas Yayasan Habib Abubakar yang berdiri sejak 21 Desember 1980 terus meluas, menembus batas negara. Kegiatan sosial kemanusiaan, tidak hanya terbatas pada santunan bagi penderita kusta dan HIV/AIDS, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan. Terakhir, Abuya mengirimkan zakat kepada para pengungsi Palestina dan Syam yang ada di Jordan melalui diaspora Indonesia asal Maluku Utara yang bersekolah di Jordan.
JScom | JAKARTA – Kiprah sosial Abuya, demikian Al Habib Abubakar biasa disapa, selain tugas resmi di kesultanan, beliau dikenal aktif dalam kegiatan sosial, seperti menyantuni penderita kusta dan mengadakan acara haul keagamaan yang dihadiri oleh pejabat pemerintah. Bahkan tercatat, Sang Guru Pesantren Qotrun Nada, Depok ini, rutin memberikan bantuan kemanusiaan kepada para yatim dan fukara Palestina melalui diaspora Maluku Utara di Jordan, termasuk menjalankan aksi kemanusiaan di Kota Guangzhou, Tiongkok .

Selain di Maluku Utara dan sejumlah daerah yang menjadi basis majelis Abuya, bantuan kemanusiaan juga disalurkan hingga mancanegara. Sejak 21 Desember 1980, Yayasan Habib Abubakar fokus membantu anak-anak yatim di Palestina yang kehilangan orang tua akibat konflik berkepanjangan.
Anak-anak yatim tersebut, baik Muslim maupun Nasrani, hidup dalam kondisi memprihatinkan di tenda-tenda pengungsian. Bantuan yang diberikan berupa bahan kebutuhan sehari-hari yang disalurkan secara rutin.
“Bantuan ditangani oleh anak-anak Maluku Utara yang sedang kuliah di Jordania. Kami mengirim dana, kemudian dikelola di sana untuk membeli dan membagikan bahan kebutuhan kepada anak-anak yatim Palestina,” ujar Abuya saat bersilaturahmi dengan Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, beberapa waktu lalu.

Program ini kini telah memasuki tahun 46, setidaknya sejak 21 Desember 1980 hingga kini. “Dana terakhir baru dikirim kemarin,” ujar Abuya, yang juga Guru Pesantren Qotrun Nada, Depok ini, seraya menambahkan program ini didukung sekitar 20 orang alumni Pesantren Qotrun Nada, murid-murid Abuya yang sedang menempuh pendidikan di Jordan.
Terkini, peraih gelar Doctor HC dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, juga membagikan, mengirimkan zakat kepada pengungsi Palestina dan orang orang Syam yang ada di Jordan melalui anak-anak Indonesia asal Maluku Utara yang kuliah di Jordan.
“Jadi, saya menitip uang zakat itu kepada anak-anak Indonesia asal Maluku Utara yang kuliah di Jordan, zakat untuk para pengungsi palestina yang ada di Jordan dan pengungsi orang-orang Syam yag ada di Jordan, bukan untuk anak pelajar Indonesia,” ujar Abuya.
(JS.Red)



























