Kota TernateKepulauan SulaMaluku UtaraNASIONAL

Mantan Sekjen HPMS : Titipan Pateka MAKSAIRA Jelang Kongres IV HPMS

×

Mantan Sekjen HPMS : Titipan Pateka MAKSAIRA Jelang Kongres IV HPMS

Sebarkan artikel ini

Mencermati perkembangan Kongres IV HPMS hingga jelang Pembukaan Malam ini. Mantan Sekretaris Jenderal HPMS, Munir Banapon, menyentil Hidayat MAKSAIRA sebagai Pateka Pia Matua Jai Sua.


Saya Munir Banapon, Mantan Ketua HPMS Cabang Kepulauan Sula dan Mantan Sekjen PP HPMS merasa perlu menghimbau kepada segenap peserta pemilik hak suara, Panitia dan Steering serta PP HPMS sebagai penanggung jawab pelaksanaan Kongres IV HPMS.
Bahwa rivalitas dalam kontestasi kongres adalah dinamika organisasi yg menunjukan kemapanan dan kesiapan segenap kaders yang sudah cukup tersedia sebagai calon pimpinan organisasi.

Olehnya, ketersediaan calon pemimpin HPMS yang ada saat ini adalah sumberdaya organisasi yang harus dimanage untuk dapat memberi kontribusi positif bagi kemajuan organisasi kedepan.

Bacaan Sahabat JS  KONI Maluku Utara Apresiasi Latihan Gabungan Kareteka di Landmark Kota Ternate

Munculnya banyak calon Ketua Umum adalah bukti HPMS tidak kekurangan Kaders dan HPMS masih menarik sebagai wadah perjuangan kepentingan bersama orang Sula.


Namun demikian kondisi realitas dan dinamika organisasi HPMS 20-an tahun belakang tidak seheboh dan semenarik hari-hari jelang Kongres IV HPMS.
HPMS justru kurang terurus dan kurang diminati bahkan banyak pihak menyebutnya vakum.


Olehnya momentum kongres kali ini adalah momen perbaikan HPMS agar kembali pada vitalitas sesungguhnya sebagai satu-satunya wadah perjuangan kepentingan orang Sula.


Agar rivalitas dan kontestasi kongres tidak mengurus energi positif organisasi dan bahkan dapat menimbulkan potensi perpecahan.


Saya menghimbau agar segenap peserta kongres yang adalah Pia Sua yang terlahir dalan budaya yang menjunjung tinggi adabah, bersatu dalam pamanatol do basanohi, menghimpun kekuatan dan potensi dalam bentuk lom poa do hoi bisa dan dapat mengedepankan maksaira sebagai cara orang sula dalam mengambil keputusan dan mencari solusi atas setiap permasalahan.

Bacaan Sahabat JS  Relawan HAS Ngade Beri "Vitamin" Kepada Sultan Tidore, Habib Ahmad Serahkan Mobil Operasional Kampanye


Maksaira adalah model demokrasi orang Sula. Cara yang diwarisi oleh leluhur untuk mencapai kata sepakat.
Musyawarah mufakat dalam Cara maksaira adalah menanggalkan segala bentuk ego, saling memberi kesempatan untuk dan mendahulukan kepentingan saudara yang lain. Sembari dengan keikhlasan memberi dan membantu mencari solusi dan cara memberi kontibusi terbaik agar kepentingan bersama dapat lebih mudah terwujud.


Maksaira adalah saling mengikhlaskan, wujud pamanatol do basanohi. Mendahulukan yang paling bisa, yang paling mampu untuk berbuat untuk kepentingan bersama. Dan memberi kesempatan pada yang lemah agar dapat ditopang menjadi kuat dan kemudian dapat memberi berkontrubusi terbaiknya.
Maksaira adalah bermusyawarah dengan hati. Bersedia memberi tangan atau menyambut tangan (wa lima) membantu sedapat dan sekuat yang dimiliki (poa do hoi) agar kehidupan orang bersaudara (pia basanohi) mencapai derajat kesejahteraan bersama.

Bacaan Sahabat JS  PEMDA SULA Support Sanana Kota ADIPURA 2025


Mari mempraktekkan maksaira dalam kongres 4 HPMS. musyawarah untuk mufakat ala orang Sula.
Bentuk Maksaira itu dalam konteks modern dan organisasi saat ini kita kenal dengn Aklamasi.


Mari maksaira. Mari Aklamasi.
Selamat berkongres Himpunanku.

Asrama Haji Malut, Kita Ternate, 11 Januari 2026

MUNIR BANAPON