HUKUMBERITA

PUSPOM TNI Amankan 4 Oknum Prajurit, Polisi Beberkan Kronologi Penyiraman Aktifis KontraS

×

PUSPOM TNI Amankan 4 Oknum Prajurit, Polisi Beberkan Kronologi Penyiraman Aktifis KontraS

Sebarkan artikel ini
Foto: Rizky Adha/detikcom

Genap sepekan, penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang terjadi di Kawasan Cempaka Putih akhirnya terungkap. Puspom TNI mengamankan 4 anggota TNI yang diduga melakukan penyiraman air keras kepada aktivis KontraS. Polisi beberkan kronologi penyiraman.

JScom | JAKARTA – “Tadi pagi saya telah menerima dari Dantim BAIS TNI 4 orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3) kepada wartawan.

Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan di Puspom TNI. “Ini sekarang yang diduga 4 tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” kata Yusri.

Para pelaku telah ditetapkan tersangka. TNI masih mendalami motif penyiraman air keras yang dilakukan pelaku ke Andrie Yunus.

“Pasal yang dikenakan kepada 4 terduga pelaku sementara kita menerapkan Pasal 467 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 di situ ada ayat 1, 2, di mana ancaman hukumannya sudah tertuang di situ ada yang 4 tahun, 7 tahun,” jelas Yusri.

KRONOLOGI AIR KERAS CEMPAKA PUTIH

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Iman Imanuddin mengungkap beberapa jam sebelum kejadian, korban Andrie mendatangi kantor YLBHI pada pukul 19.45 WIB untuk mengikuti podcast. Dari rekaman CCTV yang ditampilkan, Andrie terlihat keluar dari kantor tersebut pada pukul 23.22 WIB.

Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polisi menampilkan foto para pelaku eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Rabu (18/3/2026). (Mulia Budi/detikcom)


“Dan sejak dari kantor YLBHI, termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil, itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku, orang tak dikenal,” kata Iman dalam Konferensi Pers di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3), sore tadi.

Dari rekaman CCTV juga diketahui pelaku lebih dari dua orang. Sebab, saat korban keluar dari kantor YLBHI, tertangkap kamera ada pengendara motor yang memberikan kode kepada sepeda motor lainnya yang ditumpangi dua orang yang diduga sebagai eksekutor dalam aksi tersebut.

Terduga eksekutor lalu mengikuti pergerakan korban, bahkan ikut berhenti di SPBU Bright Cikini saat korban mengisi BBM. Dugaan ini berdasarkan analisis dari pakaian dan kendaraan yang kemudian teridentifikasi serupa dengan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).


Setelah dari SPBU, polisi menemukan kendaraan lain yang diduga bagian dari kelompok pelaku. Kendaraan kedua ini berperan memantau pergerakan korban menuju lokasi kejadian. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3), sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat.

“Selanjutnya, termonitor setelah dari SPBU, posisi sudah ada yang menunggu. Ini adalah bagian dari kelompok terduga pelaku, adalah kendaraan kedua yang melakukan monitoring terhadap korban,” jelasnya.

Aksi penyiraman terjadi di TKP di saat pelaku berpapasan dengan korban. Dalam rekaman CCTV, terlihat salah satu pelaku menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban sebelum melarikan diri.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor dengan arah berbeda. Salah satu pelaku bahkan sempat melawan arus lalu lintas.

Dalam pelariannya, pelaku terekam CCTV di kawasan Jalan Diponegoro. Polisi menduga cairan berbahaya tersebut sempat mengenai tubuh pelaku, sehingga mereka terlihat membersihkan diri menggunakan air mineral.

“Yang depan, yang menggunakan kaos merah, itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas, karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru. Nanti ada benang merahnya, ada korelasinya dengan temuan-temuan kami pada saat siang harinya sebelum kejadian. Ini yang menggunakan kaos merah dan kaos ini juga termonitor, tertangkap CCTV pada saat siang hari sebelum kejadian,” kata Iman menjelaskan CCTV yang ditemukan Polisi.



Dari hasil penelusuran lebih lanjut, polisi menemukan rekaman CCTV sebelum kejadian yang menunjukkan pelaku sudah berada di sekitar lokasi sejak sore hari. Pada pukul 17.18 WIB, wajah salah satu terduga pelaku sempat tertangkap kamera.

Selain itu, pada pukul 17.22 WIB, pelaku juga terlihat bergerak menuju lokasi kejadian. Rangkaian rekaman tersebut menunjukkan keterkaitan pergerakan pelaku dari sebelum hingga setelah aksi penyiraman terjadi.

“Beberapa CCTV menunjukkan adanya keterhubungan perjalanan dari para terduga pelaku ini,” imbuhnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk helm yang diduga digunakan pelaku dan ditemukan di sekitar TKP. Saat ini, barang bukti tersebut tengah menjalani uji laboratoris.

Iman menegaskan seluruh rekaman CCTV yang digunakan dalam penyelidikan merupakan data asli tanpa rekayasa. Begitu juga dengan wajah pelaku yang ditampilkan dipastikan keasliannya.

“Ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil Artificial Intelligence. Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku sehingga bukan hasil Artificial Intelligence,” tegasnya. (KLB-JS)

Bacaan Sahabat JS  Usai Putus Guru di Magelang, Bupati Sula dan Pimpinan OPD “Serang” 9 TPS PSU Pulau Taliabu