Kepulauan SulaKESEHATANMaluku Utara

Usai Resmi, RS Pratama Dofa Nyaris Jadi Gedung Hantu, Hidup Segan, Mati Seng Mau | Layanan 24 Jam?

×

Usai Resmi, RS Pratama Dofa Nyaris Jadi Gedung Hantu, Hidup Segan, Mati Seng Mau | Layanan 24 Jam?

Sebarkan artikel ini
Bupati Sula Fifian Adeningsih Mus disaksikan Pejabat Terkait, Resmikan RS Pratama Dofa, Rabu (11/2). Foto : Malutsatu.com

Usai Resmi, RS Pratama Dofa nyaris jadi Gedung Hantu. Pegawainya enggan masuk kantor, karena lebih memilih bekerja di puskesmas. Prosesi peresmian yang mewah-elegan, ternyata Gedung RS Pratama memang belum siap melayani orang berobat atau pasien rawat inap. Akses jalan ke rumah sakit ini, Ado Mama Sayang eee. Fasilitas air bersih pun justru mengalirkan luka. Lalu, untuk apa RS Pratama diresmikan? Duh

JScom, MANGOLI BARAT – Hari masih pagi, Kamis (26/2), pukul 08.17 WIB kontributor www.jurnalswara tiba di RS Pratama Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kepulauan Sula. Lokasi RS tidak terlalu jauh dari Desa Dofa, hanya butuh kurang dari setengah jam.

Mungkin karena bulan puasa, Gerbang atau Pintu Utama RS masih terkunci. Ada seorang bapak, mungkin security RS, sedang sibuk sendiri di ujung selatan gedung. “Belum buka ya?,” tanya kontributor jurnalswara.com.

“Belum, pak. Memang puasa bagini biasa buka jam 10  atau 11 siang nanti. Pagi bagini pegawai belum datang,” jawab lelaki ini santai.

Dari pria yang mengaku “orang Dofa” inilah, sejumlah kejanggalan RS Pratama ini terungkap. Mulai dari awal mula perencanaan dan penentuan Lokasi, Pembangunan Gedung, hingga ambruknya Sebagian lantai RS Pratama yang hingga kini belum ter-atasi.

“Bapak bisa liat langsung. Rumah sakit ini memang Ibu Bupati su resmi, tapi ya sama saja, orang belum berobat di sini, apalagi petugas Kesehatan juga malas datang, karena mungkin rumah sakit terlalu jauh dari kampung,” jelas bapak yang takut namanya ditulis di media ini.

Bacaan Sahabat JS  Hallo Ibu Bupati Sula dan Kadis Kesehatan, Lantai RS Pratama Dofa "Ponong Deng" Kotoran Sapi

Bukankah Ibu Bupati dalam acara peresmian itu umumkan pelayanan 24 jam, bahkan segera menambah tenaga medis dan dokter hingga memenuhi kuota nakes 60-an orang? Bukankah saat ini RS Pratama Dofa sudah punya 31 orang nakes, terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 12 perawat, 6 bidan, 4 tenaga apoteker dan farmasi, 3 tenaga administrasi, serta 2 orang driver (pengemudi)?.

“Kalau ibu bupati bicara bagitu, ya bagitu suda. Mungkin sudah terbiasa bicara bagus-bagus. Tapi, sekarang bisa katong liat sama sama. Jalan masuk saja mudel begini, air bersih juga seng ada. Sapa yang mau barobat ke sini, tiba tiba mau kencing, lari kencing ke hutan?,” tanya bapak ini sambil tutup mulut menahan tawa.

Bapak ini juga bilang, kalau malam hari RS Pratama Dofa sangat sepi dan menakutkan. Melintas sendiri di malam hari, butuh nyali prima. Begitu katanya.

Pantauan media ini, selain dua hal (jalan masuk dan air bersih), ada longsoran menganga di salah satu sisi bangunan yang berpotensi mengancam kenyamanan sekitar. Kontur tanah yang katanya “bergerak” setiap saat, diprediksi luasan longsor akan bertambah.

Bacaan Sahabat JS  KNPI SULA GELISAH: DPRD dan BK Diam Saat Dua Anggotanya Jadi Tersangka Pidana

Soal fasilitas air bersih RS Pratama, memang ada upaya kontraktor dan Dinas Kesehatan untuk bor air. Ada beberapa titik bor yang sudah di coba, tapi gagal menemukan air. Saat ini, pihak pemerintah daerah sedang membangun bak penampung di sekitar rumah sakit. Pertanyaannya, mengapa sekarang baru sibuk dengan air bersih? RS Pratama sudah resmi kan?

Saat peresmian, apresiasi public kepada pemerintah daerah, bupati, dan dinas Kesehatanbukan “barmaeng-barmaeng”. Selain memberi jempol atas prestasi di bidang Kesehatan, Bupati Fifian disebut-sebut sebagai sosok hebat dan sangat peduli kesehatan Masyarakat.

Faktanya saat ini, masih pantaskah apresiasi dan jempol itu disematkan kepada sosok Bupati Fifian? Kasihan, Peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan yang memilukan akibat sengaja dipaksakan, sengaja dibuat mewah dan elegan, sengaja menghadirkan forkopimda dan pejabat pilihan untuk menyaksikan. RS Pratama Dofa, Hidup Segan, Mati Tak Mau.

Dugaan korupsi Pembangunan RS Pratama Dofa ini cukup mengemuka ketika progres Pembangunan belum selesai tepat waktu, tapi dipaksakan pencairan 100 persen. Pada 14 Desember 2023, sesuai Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO nomor 073/BAPHO/DINKES-KS/XII/2023. Uang proyek juga sudah terbayar lunas dengan Nomor SP2D : 8859/SP2D-LS/KS/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023 yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Kepulauan Sula, melalui Badan Keuangan Kepulauan Sula.

Bacaan Sahabat JS  Tidak Cawe-cawe, Paslon Diminta STOP "Bajual" Nama Presiden Prabowo di Urusan Pilkada Malut

Sayang, manisnya kata dan kalimat tak selamanya berbuah Bahagia. Rumah Sakit yang disupport pemerintah pusat melalui DAK 2023 senilai kurang lebih 43 miliar rupiah, ibarat nyaris membuang garam ke laut. Total DAK Kesehatan Kepulauan Sula 2023 Rp. 72 miliar. Selain bikin Bangunan Gedung RS Pratama Dofa, juga ada pengadaan Alat dan Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit senilai Rp. 15 Miliar Rupiah. Ada pengadaan 2 unit speedboat untuk 2 puskesmas, ada pula pengadaan penunjang RS Pratama Dofa lainnya.

Pendukung estetika bagunan Gedung Public seperti taman dan jalan masuk RS Pratama pun belum dibangun dan masih “Ba-pece” hingga saat ini. Pembangunan jalan masuk RS oleh dinas PUPR pun hasilnmya brengsek. Lalu menggema kemanakah statemen Bupati Kepulauan Sula saat peresmian RS Pratama yang memuji kehebatan fasilitas RS yang baru diresmikannya itu?

Hari pertama di sekitar RS Pratama Dofa, Kontributor Jurnalswara belum sempat mengkonfirmasi Direktur RS Pratama Dofa soal pelayanan medis yang sudah dilaksanakan. Demikian pula Jumlah nakes, dokter, alkes pendukung RS Pratama Dofa, akan dirilis dalam edisi tayang berikut. (red)